Saturday, June 17, 2017

Kawatir Anak Laki-Laki Bermain Boneka? Baca Ini Dulu

Kawatir Anak Laki-Laki Bermain Boneka? Baca Ini Dulu
Di mana ada Dek Saka, di sana tentu ada Buwang atau boneka beruang yang paling disayangi dia. Dia memanglah belum dapat melafalkan Boneka Wisuda dengan terang kata be-ru-ang, maklum usianya baru 2, 5 th.. Bila dia ajukan pertanyaan buwang mana, saya serta mas Bojo telah ngeh bila dia nyariin boneka beruangnya.

Dia memanglah sukai boneka, namun hanya boneka berupa hewan. Ada kucing, gajah, monyet, beruang kecil. Namun yang paling dia gemari ya si beruang coklat, senantiasa dia peluk waktu ingin tidur serta saat pergi senantiasa dibawa. Terkecuali waktu kami naik motor. Ribet kan, bawa duo balita serta satu boneka yang agak besar.

Dek Saka mengetahui beruang dari gambar beruang yag ada di sebagian daster serta baby doll yang seringkali saya gunakan. Waktu main kerumah Uti, dia juga suka naik di atas boneka beruang super besar punya saya dahulu. Mulai sejak tersebut dia senantiasa memohon boneka beruang.

Saya serta suami tidak tega lihat dia merengek selalu, lalu saya antar ke Gardena untuk pilih sendiri bonekanya. Dek Saka ambil yang agak besar, mungkin saja supaya dapat dikelonin kali ya. Jenisnya seperti miliki Mr. Bean, besar namun tidak kaku hingga gampang dipeluk.

 

Jujur, saya gemes banget bila ngeliat dia meluk-meluk si Buwang. Kelihatannya dia sayang banget ama boneka coklat itu. Kadang-kadang dia ajak bercakap bonekanya, di ajak maem serta ditawari bermacam lauk. Saya dengernya ngakak sendiri. Meskipun baru berumur 2, 5 th., keterampilan berbahasanya telah lancar, masih tetap agak sedikit cedal namun telah lancar serta lebih fasih dari kakaknya waktu umur segitu.

Beruang turut dimanapun kami pergi.
Tidak lupa kami membawa duo anak lanang serta si buwang waktu keluar kota atau staycation di hotel. Begitu juga waktu bermalam di Hotel INNA Garuda Malioboro, buwang ikut nikmati empuknya kasur di sana.


Kawatir Anak Laki-Laki Bermain Boneka?
Juga sempat saya berasa kawatir, anak saya lelaki namun mengapa sukai bermain boneka. Karna dalam orang-orang kita masih tetap ada pandangan bila boneka itu mainan anak perempuan, tengah anak lelaki main mobil-mobilan. Anak saya juga miliki banyak bermacam mobil-mobilan serta robot. Bahkan juga waktu bermain dia seringkali memainkan mobil terlebih dapat, si beruang cuma kadang-kadang serta di cari waktu dia ingin tidur.

Sesungguhnya tak ada kelirunya anak lelaki serta perempuan lakukan permainan lintas gender. Terlebih dek Saka baru 2, 5 th., saya tidak kawatir bakal berlangsung kebingungan jati diri kelamin. Banyak anak-anak memakai guling, atau boneka untuk dipeluk karna barang itu dipandang dapat buat mereka tenang. Jadi inget, saya dahulu sukai tidur gunakan sarung serta digigitin ampe bolong. Waktu kecil saya semakin banyak bermain dengan anak lelaki serta bermain kelereng, perang-perangan namun saat ini tetep jadi perempuan yang feminim #eh.


Dari keterangan Ibu Mayke yang saya baca di Tabloid Nakita, banyak anak yang menyukai dengan guling, bantal, selimut yg tidak bisa di hilangkan dari sisinya, terlebih saat mereka bakal tidur. Nah, ini sama seperti dengan boneka yang jadikan rekan tidur, serta kadang-kadang rutinitas ini terbawa hingga umur sekolah basic atau lebih. Jadi faedah boneka untuk si kecil yaitu untuk membuatnya tenang serta nyaman. Supaya anak tidaklah sampai sangat tergantung pada kehadiran boneka, jadi saat mendekati tidur ibu atau bapak dapat temani anak dengan menceritakan serta memeluknya sebentar hingga anak berasa aman serta nyaman. 

No comments:

Post a Comment